1. Dasar
Dasar ilmu yang harus diterapkan adalah ekologi dengan pendekatan ekosistem.
Pada ekologi:
- Terdapat berbagai ekosistem seperti hutan, danau, laut, tanaman& pertanian, perkebunan, dll.
- Manusia tidak banyak berperan pada proses ekologis selain sebagai konsumen terakhir.
- Terdapat berbagai ekosistem seperti hutan, danau, laut, tanaman& pertanian, perkebunan, dll.
- Manusia tidak banyak berperan pada proses ekologis selain sebagai konsumen terakhir.
- Dalam keadaan ekosistem yang sehat keanekaragaman akan tinggi.
2. Peranan Manusia
Manusia memiliki 3 peranan pada pengelolaan ekosistem, yaitu mengubah, mengatur, dan membina ekosistem.
- Ekosistem SDA adalah kumpulan ekosistem-ekosistem yang dikelola secara langsung maupun tidak langsung yang bermanfaat bagi manusia.
- Pengelolaan SDA adalah usaha manusia mengubah SDA untuk mendapatkan manfaat maksimal dan kontinuitas produksi.
- Atau pengelolaan SDA dapat juga dikatakan sebagai pengalokasian ruang dan waktu terhadap SDA untuk memenuhi kebutuhan manusia.
3. Konflik Sosial
Untuk menghindari konflik sosial, dibutuhkan pengelolaan yang menyeluruh dan terpadu yang mempertimbangkan beberapa aspek berikut ini:
a. Populasi Manusia
b. Sumberdaya
c. Pencegakan kerusakan SDA dan Lingkungan Hidup
Ketiga aspek ini harus dipertimbangkan secara bersamaan dan tidak boleh berjalan secara sendiri-sendiri.
4. Sasaran Pengelolaan
a. Renewable Resources
Pengelolaan yang dilakukan harus tepat untuk mencegah kerusakan sehingga akan terbentuk keberlanjutan dan tidak rusak ataupun punah.
b. Non-renewable Resources
Pengelolaan harus dilakukan secara bijak agar dapat dimanfaatkan untuk jangka panjang dan tidak merusak lingkungan.